Selasa, 15 April 2014

PORPEMKOT Ajang Pencarian Bibit Untuk Wakili Kota Depok ke PORPEMDA

Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 15 April 2014



Usai membuka pertandingan Porpemkot cabang Olahraga Futsal, Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad melanjutkan  membuka Pertandingan PORPEMKOT cabang olahraga Tenis Meja di KONI Kota Depok, pada Selasa (15/4).Porpemkot tahun 2014 tahun ini menggunakan APBD dengan jumlah uang 280 jt sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku, akan digunakan untuk pakaian olahraga, perlengkapan olahraga, hadiah, tempat, dst.

Peserta Porpemkot cabang olahraga tenis meja tahun ini sebesar 117 orang, terdiri dari 84 putra, dan 33  putri, mengalami kenaikan sekitar 30 persen dari tahun lalu. Disporaparsenbud Kota Depok menginformasikan bahwa pertandingan akan berlangsung selama 2 hari ( 15-16 April 2014). Ditargetkan akan selesai dalam 2 hari, agar tidak mengganggu kinerja aparatur, sehingga hari Kamis dapat melaksanakan pekerjaan kembali. Peserta Porpemkot yang berprestasi dan berkualitas baik, akan dikirim untuk mewakili Kota Depok ke PORPEMDA dan PORNAS.

Wakil Walikota dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Disporapasenbud dan Korpri yang telah bekerjasama sehingga dapat terselenggaranya Peserta Porpemkot cabang olahraga tenis meja Beliau juga sedikit menceritakan sejarah Pingpong atau tenis meja. Berawal ketika ada orang Inggris bermain dengan meja makan besar, dan mengoper  bola yang. Disana ada yang menyebut flimflam, pada tahun1800 - an, dan 1900- an mulai dipertandingkan, pada tahun 1926 mulai dilaksanakan federasi kelas internasional.

"Bermain tenis meja membutuhkan skill khusus  dan dengan aturan khusus. Membutuhkan kreasi pukulan, (selama tidak melanggar aturan federasi).  Bermain Tenis Meja juga menuntut tanggung jawab pemain, dan tidak terbatas usia.Peserta Porpemkot yang berprestasi dan berkualitas baik, akan dikirim untuk mewakili Kota Depok ke PORPEMDA dan PORNAS. Sangat dibutuhkan regenerasi untuk menggantikan atlet PNS yang sudah tua. Semoga melalui pertandingan Porpemkot dapat menghasilkan bibit unggul. Terimakasih atas partisipasi semua pihak sehingga dapat terselenggaranya pertandingan ini. Selamat bertanding, tetap jaga kesehatan, sportifitas, dan kekompakan, "tuturnya. (Endang)

Pertandingan Futsal Porpemkot Depok Ajang Silaturahmi dan Kekompakan Aparatur

Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 15 April 2014



Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad membuka pertanding futsal dalam rangka PORPEMKOT Tahun 2014, pada Selasa 15 April, di lapangan Futsal Quadrant Margonda. Pertandingan Futsal ini diikuti perwakilan dari seluruh OPD nantinya pemenang akan mewakili Depok ke Porpemda tingkat Provinsi. Tujuan diadakannya pertandingan futsal adalah untuk memotivasi agar aparatur memperoleh prestasi, menjaga kekompakan, meningkatkan silaturahmi antar aparatur Pemkot Depok.

Dengan mengusung tema raih prestasi, jaga kekompakan dan junjung sportivitas. Korpri Kota Depok bekerjasama dengan Disporaparsenbud menyelenggarakan Porpemkot, berharap semuanya dapat berjalan lancar, dan peserta dapat bertanding dengan sportif.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota sedikit mengupas  sejarah futsal dari informasi yang ia dapatkan, futsal dibentuk pada tahun 1930. Berawal ketika Juan Carsol Seriani ingin melatih bola tetapi cuaca ketika itu, hujan turun terus menerus. Hingga akhirnya Ia berinisiatif bermain bola didalam ruangan, dengan anggota 5 - 5 termasuk  wasit, dan ternyata dirasakan lebih efektif.  "Pointnya adalah Futsal membutuhkan kecerdasan, kreatifitas, dan skil, dibarengi  dengan sportifitas".
 Dalam berolahraga kita membutuhkan kecerdasan, apalagi ketika bertanding. Strategi dan pengetahuan tentang suatu bidang olahraga sangat diperlukan. Kreatifitas dapat menghasilkan sesuatu yang positif, "tuturnya.
"Jadikan Pertandingan PORPEMKOT sebagai ajang silaturahmi, merefreshing otak, menciptakan kebersamaan. Semoga dapat menambah kompakan para aparatur Pemerintah Kota Depok. Selamat bertanding, bersaing dengan sehat, junjung tinggi sportifitas. Jagalah kesehatan dan raih prestasi demi kemajuan Kota, " tuturnya.Beliau menendang bola sebanyak 2 kali, sebagai simbol pertandingan telah dibuka. ( Endang )

Senin, 14 April 2014

Walikota Meninjau Pelaksanaan UN Paket C Kota Depok Tahun 2014

Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 14 April 2014

 Hari ini Senin, 14 April 2014 seluruh siswa SMA, SMK, MA, MAK melaksanakan UN tahun 2014. UN tingkat SMA, SMK, MA, MAK dilaksanakan dari tanggal 14 - 16 April 2014.Tak ketinggalan ujian Paket C tingkat atau setingkat SMA/ MA juga dilaksanakan hari ini. Mereka yang menjadi peserta ujian paket C adalah mereka yang tidak belajar di sekolah reguler bisas, atau mayoritas dari PKBM, tidak terbatas umur. Biasanya peserta yang mengikuti ujian paket C ini, pernah putus sekolah, atau hanya memiliki ijazah smp saja. Anak-anak yang bersekolah di sekolah terbuka, contohnya yang bersekolah di Master. Tahun 2014 ini, jumlah peserta ujian Paket C di Kota Depok adalah 1447.Dari 1447 peserta, sebanyak 53 jurusan IPA, sisanya IPS. Pelaksanaan ujian Paket C diKota Depok dilaksanakan di 5 lokasi yaitu: Depok jaya 1 , Depok jaya 2, SDN Beji, SDN anyelir 1, dan MA Al-muhajirin.

 Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, meninjau ke salah satu lokasi pelaksanaan UN Paket C yaitu di SDN Anyelir 1. Beliau memantau pelaksanaan UN Paket C, sekaligus menyapa dan menyemangati beberapa peserta. Sebelum ujian dimulai, sesekali Ia berbincang dengan beberapa peserta Ujian  Paket C. Diantara mereka ada yang sudah bekerja dengan ijazah SMP, ada yang sudah berumah tangga, dan ada yang remaja. Bahkan ketika Nur Mahmudi Isma’il, meninjau ruang ujian no. 50 ia menemukan daftar peserta kelahiran tahun 1854 bernama M. Sulton Spurianto Kar.

 Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, mengatakan” Rata-rata dari peserta mengikuti Ujian Paket C ini adalah ingin memiliki kesempatan kerja yang lebih baik. Kita harus bekerjasama mendorong warga Depok agar semangat  mengikuti paket C, bagi mereka yang pernah putus sekolah, atau hanya memiliki ijazah SMP. Sehingga mempunyai dengan minimal ijazah SMA atau sederajat dapat memiliki kesempatan kerja yang lebih baik, meningkatkan kualitas diri, menambah pengetahuan. Dengan ijazah SMA atau sederajat nantinya mereka dapat meneruskan ke perguruan tinggi”.Mudah – mudahan peserta dapat  lulus dalam ujian paket c ini. Semoga para peserta dapat mengikuti ujian dengan tenang , dan lancar dan dapat meraih masa depan yang lebih baik, “tuturnya. (Endang)