Selasa, 23 April 2013

Walikota jadi pembicara pada seminar ekonomi kreatif "membidik peluang usaha produk ODNR"


Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 23 April 2013





BEM Direktorat Program Diploma III Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Gunadarma mengadakan seminar ekonomi kreatif " peluang usaha dari program ondr" (23/4) di lantai 6 Auditorium Kampus D Universitas Gunadarma Depok. Seminar ini diadakan selain sebagai wujud apresiasi serta kontribusi bagi almamater Universitas Gunadarma, merupakan semangat untuk mengembangkan bidang usaha ekonomi kreatif dan serta membantu pemerintah Kota Depok dalam mensukseskan program ODNR




.Seminar ini sebagai media sosialisasi, pengenalan, pembelajaran, pemahaman dan inspirasi tentang program ODNR secara lengkap dan jelas. Diharapkan para peserta seminar dapat mengambil ilmu, sehingga dapat berperan aktif dalam dunia bisnis kewirausahaan khususnya bidang usaha menu ODNR dan berbahan dasar non terigu.

Hadir sebagai pembicara DR. Ir. H. Nur Mahmudi Isma'il, Msc, Beliau dipilih karena memang seseorang yang mencetuskan Gerakan ODNR ( One Day No Rice ), sesuai dengan bidang phd Beliau yaitu pangan dan sains. Dekan Fakultas Ekonomi Univ. Gunadarma Toto Sugiarto, Phd juga hadir sebagai pembicara.
 Galuh Aditya Putra selaku ketua panitia mengatakan" seminar ekonomi kreatif "membidik peluang usaha produk ODNR" dikemas menarik dan tidak kaku, sehingga para peserta merasa enjoy. Galuh berharap peserta seminar nantinya mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang digali dari para pembicara, serta mampu mempraktekan serta membuat sebuah inovasi dalam business kewirausahaan dikehidupan nyata.
Sementara itu, DR. Ir. H. Nur Mahmudi Isma'I'll, Msc mengucapkan rasa terimakasihya, karena Beliau telah diundang sebagai pembicara. Seminar ini, sekaligus sebagai ajang sosialisasi program ODNR dan ODNR, " tuturnya. Walikota juga menginformasikan bagi buku ODNR dapat diperoleh di toko buku Gramedia, dalam buku tersebut terdapat informasi tentand ODNR secara mendalam Program ODNR tidak diciptakan secara gegabah, melainkan berdasarkan perpress untuk meingkatkan ketahanan pangan nasional". Sambung Beliau, Kita juga harus merubah mindset, bahwa menu ODNR bukanlah untuk camilan tetapi untuk menu pokok pendamping lauk pauk, "tuturnya.

Seminarpun semakin menarik, beberapa pertanyaan di lontarkan dari peserta seminar kepada para pembicara. ODNR tidak hanya program yang akan berdampak baik bagi ketahanan pangan nasional, tetapi bagi kesehatan. Para penderita diabetes bahkan menerapkan ODNR setiap harinya, untuk konsumsi glukosa karbohidrat yang lebih rendah. Peluang kewirausahaan ODNR mungkin salah satunya membuat menu sehat bagi penderita diabetes dengan menu pengganti nasi dan non terigu. (Endang)





Kepala bagian
Humas dan protokol
Setda Kota Depok
Diah Sadiah, S.Sos.MSi
NIP. 1968 0913 199603 2 005






Pelaksanaan UN PAket B Di Depok Berjalan Lancar

 Humas Protokol Setda Kota Depok
Siaran Pers
Selasa, 23 April 2013









Wakil Walikota Depok H M Idris Abdul Shomad memantau pelaksnaan UN Paket B di SMP Muhajirin Kota Depok dengan menggunakan sepeda motor dan para peserta ujian pun tenang dalam mengerjakan soal-soal. 
, Selasa (23/4) siang. UN yang dimulai sejak pukul 13.30 wib ini, diikuti oleh 647 siswa. UN yang berlangsung selama 3 hari ini terdiri dari 31 ruang ujian. Dari hasil pantauan Wakil Walikota, ujian terlihat berjalan lancar

Ketua 2 penyelenggaraan UN Paket A, B, C Ibu Nur Wisasi mengatakan tidak ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaaan ujian kali ini, hanya ada beberapa soal yang kurang, namun telah diatasi. “Kurang soal disini maksudnya adalah biasanya 1 amplo itu terdiri dari 20 lembar soal, tetapi ada beberapa amplop yang hanya berisi 16. Solusi kami adalah menggunakan soal cadangan yang ada dalam amplop tersebut, karena selalu ada 1 soal cadangan dalam amplo, sehingga tidak perlu difotokopi karena telah cukup” jelas Nur saat mendampingi Wakil Walikota memantau ruang ujian.

“Alhamdulillah, pelaksanaan UN Paket B Secara umum berjalan cukup baik dan lancar, terkait masalah kekurangan soal, sudah terselesaikan dengan baik dan tidak menghambat pelaksanaan UN” tutur Wakil Walikota kembali menegaskan, tidak ada soal yang tertukar di Kota Depok, yang ada hanyalah soal yang nyasar, dan itupun telah dikembalikan tepat waktu. 

Wakil Walikota merasa bangga, karena ada beberapa peserta ujian yang telah lanjut usia. “Semangat mereka mengikuti ujian karena didorong oleh kebutuhan akan ijazah. Namun, kami tetap bangga karena mereka memiliki semangat untuk menyempurnakan administrasi pendidikan, yaitu mendapat ijazah. Insya Allah, kami akan memberikan penghargaan kepada peserta tertua UN Paket B dihari jadi kami, yaitu pada tanggal 27 April 2013 di lapangan Balaikota”  tutur Wakil Walikota menambahkan Pemkot Depok akan terus berupaya untuk menambah ruang kelas baru guna meningkatkan pendidikan di Kota Depok.(ols)
 


Dokter Kecil Award Sebagai Wahana Pembelajaran Siswa



Humas Protokol Setda Kota Depok
Siaran Pers
Selasa, 23 April 2013

 




Lomba Dokter Kecil HBDI Tingkat Kota Depok 2013 yang diselenggarakan di aula lantai 1 Balaikota Depok secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Depok H M Idris Abdul Shomat, Selasa (23/4) pagi. Lomba yang digelar dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-105, diikuti oleh 11 dokter kecil dari 11 Kecamatan se-Kota Depok. Ketua Panitia dr. Muhammad Bima menginformasikan bahwa lomba ini merupakan acara tahunan, sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan untuk menyambut HBDI yang jatuh pada tanggal 20 Mei mendatang. “Dokter Kecil Award ini merupakan wujud kontribusi IDI Kota Depok, sebagai pendekatan edukasi untu perilaku hidup sehat yang melibatkan siswa dalam lingkup Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Semoga lomba ini bisa berjalan dengan lancar” ujar Bima. Rangkaian lomba hari ini terdiri dari 3 sesi; (1) tes tertulis dengan mengisi 25 soal yang berbobot 20 %, (2) penulisan karangan sebanyak 3 paragraf yang memiliki bobot 30 % dan bertemakan kesehatan, dan (3) memberikan penyuluhan dengan bobot 50 % dan menjawab pertanyaan dari para juri, yang tentunya sesuai dengan tema yang dipilih oleh dokter kecil.

Ketua Pengabdian Masyarakat IDI Kota Depok, dr Winarni Naweng, menginformasikan bahwa lomba dokter kecil telah diadakan sejak tahun 2008, guna menunjukan kontribusi IDI terhadap peningkatan kualitas kesehatan di Kota Depok. “Kami berharap, dokter kecil ini akan menjadi cikal bakal dokter-dokter Indonesia yang profesional karena sejak dini mereka telah belajar kesehatan dan mengenal dunia kedokteran” ujar Winarni menambahkan, semoga tahun ini Kota Depok bisa menjadi juara di tingkat provinsi. Pada tahun 2012, dokter kecil dari Kota Depok meraih juara ke-4 tingkat provinsi.

Wakil Walikota mengatakan kegiatan ini merupakan acara strategis yang bisa menjadi media pembelajaran bagi para siswa sehingga nantinya dapat menciptakan budaya sehat di sekolah. “Pada dasarnya, setiap kita dilahirkan dengan kecerdasan, dan lingkungan terkadang membuat kita tidak cerdas. Untuk itu, penting memberi perhatian kepada UKS sehingga kita tetap bisa menjaga dan meningkatkan kecerdasan anak-anak” tutur Wakil Walikota yang juga sebagai Ketua UKS Kota Depok.

“Dokter kecil ini merupakan kader kesehatan yang harus belajar membiasakan hidup sehat, terutama di sekolah/ lingkungan masing-masing. Substansi lomba ini bukan hanya piala/juara, tetapi bagaimana adik-adik dokter kecil bisa meneladankan kepada teman-teman, dan guru untuk hidup sehet dan menciptakan budaya sehat di sekolah” tutur Wakil Walikota sekaligus berharap, sebagai duta, kalian semua dapat memanfaatkan secara maksimal ajang ini sebagai media pembelajaran tentang hidup sehat, belajar menjadi dokter yang sesungguhnya, belajar menjadi duta kesehatan dimanapun kalian berada, terlebih lagi menjadi wahana silaturahim diantara kalian peserta yang notabene sudah aktif di kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah masing-masing.

“Selamat kepada dokter kecil yang nanti menjadi juara. Teruslah berprestasi untuk menjadi anak-anak Indonesia yang berkualitas  terbaik. Sementara buat yang belum menjadi Juara, jangan pernah berkecil hati. Teruslah belajar dan berkarya dimanapun kalian berada. Jadilah dokter yang sesungguhnya bagi diri kalian masing-masing, keluarga, sekolah dan lingkungan kalian. Selamat mengikuti lomba. Dan selamat Hari Bakti Dokter Indonesia, Jaya terus bagi para dokter dan semoga bisa meningkatkan derajat kesehatan, terutama di Kota Depok” tutup Wakil Walikota. (ols)