Senin, 26 November 2012

Santunan Anak Yatim dan Fuqoro 10 Muharram 1434 H


Humas Setda Kota Depok
Minggu, 25 November 2012
Press Release

Minggu (25/11), Wakil Walikota Depok H M Idris Abdul Shomad menghadiri acara santunan anak yatim dan fuqoro (fakir miskin dan janda) di RT 01/06 Kelurahan Duren Mekar Kecamatan Bojongsari, yang dihadiri oleh Camat Bojongsari, Lurah Duren Mekar, Ketua RT/RW, dan warga setempat.
Ketua Penyantun Kelurahan Dure Mekar H Madkhotib menghaturkan terima kasih atas kedatangan Wakil Walikota dan memaparkan bahwa warga Duren Mekar sudah sejak dulu setiap tahunnya melakukan kegiatan santunan kepada anak yatim dan fuqoro. "Kegiatan seperti ini merupakan tradisi yang selalu dilakukan sejak dulu hingga kini, sebagai bentuk rasa peduli dan kasih sayang kepada anak yatim dan fuqoro" ujar Madkhotib, sekaligus menginformasikan sebanyak 281 orang anak yatim mendapat santunan sebesar Rp. 1.000.000,- per orang. Santunan sebesar Rp. 100.000,- juga diberikan kepada 422 fuqoro. Total santunan yang berjumlah sekitar 400 juta rupiah ini terkumpul atas swadaya warga setempat.

Awali sambutan, Wakil Walikota mengatakan, Rasulullah sangat menyayangi anak yatim, namun di bulan Muharam Rasul lebih menyayangi anak yatim. "Terima kasih atas kepedulian, kekompakan, dan kasih sayangnya terhadap anak yatim dan fuqoro, semoga bisa terus dipertahankan" tutur Wakil Walikota.

"Kita harus terus peduli dengan anak yatim dan fakir miskin, karena kepedulian yang kita berikan merupakan bentuk penghormatan kepada anak yatim dan sangat dicintai serta dimuliakan oleh Allah SWT. Dengan kekompakan dan kepedulian terhadap sesama seperti ini, bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan" tutur Wakil Walikota sekaligus mengimbau agar warga setempat turut serta dan berpartisipasi dalam menjaga lingkungan di Kel Duren Mekar, terutama masalah kebersihan sampah. 


Usai dari Duren Mekar, Wakil Walikota meluncur ke Kelurahan Jatimulya, disana juga digelar acara santunan untuk anak yatim dan fuqoro. Tak berbeda jauh dengan di Duren Mekar, di Jatimulya, Wakil Walikota juga meminta warga untuk mempertahankan kegiatan sosial ini. Sebelum meninggalkan lokasi acara, Wakil Walikota meminta warga untuk mensyukuri musim hujan yang saat ini sedang berlangsung dan meminta warga untuk bersabar atas perbaikan jalan yang tengah digarap di Kota Depok. (As-ols)

Gerakan One Day One Ayat Hadir di Pancoran Mas





Humas Setda Kota Depok
Press Release
Jum’at, 23 November 2012

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada aspek memperbaiki dan mengejar segi akademis, serta kurang  menyadari pentingnya kesehatan mental dan kecerdasan emosional peserta didik serta pendidik. Indikasi ini terlihat dari maraknya sikap perilaku peserta didik yang tidak mencerminkan budaya dan karakter bangsa, sehingga sering terjadi tawuran pelajar, tindak kriminal oleh pelajar, kerusuhan, tindak memeras pada teman, tindak kekerasan oleh pendidik, dan keteladanan kurang didapat oleh peserta didik. Gerakan One Day One Ayat (O-DOA) hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah pendidikan tersebut.

O-DOA adalah sebuah gerakan mengajak, membimbing dan melatih siswa untuk membaca dan menghafal serta mengerti makna yang terkandung dalam satu ayat Al-Qur’an setiap hari sehingga bisa berdampak pada perubahan perilaku religius peserta didik, keimanan dan ketakwaan dan akhlaknya semakin baik. O-DOA mulai disosialisasikan pada apel dan pembinaan para kepala sekolah se-Kecamatan Pancoranmas pada Kamis ( 27/9), dan mulai diaplikasikan disekolah masing-masing pada Senin (1/10) lalu .

Launching Gerakan One Day One Ayat yang diluncurkan di SDN Depok Baru 3, ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Walikota Depok H M Idris Abdul Shomad, Jum’at (23/11). Dalam launching yang bertemakan, “Melalui Gerakan One Day One Ayat Kita wujudkan Peserta Didik yang Religius dan Berakhlaq Mulia”, juga dibagikan Mushaf Al-Qur’an dan Juz Amma kepada seluruh sekolah di Kecamatan Pancoranmas, serta pemberian santunan kepada anak yatim.

Kepala UPT Pendidika Kecamatan Pancoran Mas Eneng Sugiarti berharap gerakan O-DOA dpat berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi pembangunan pembinaan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia kepada peserta didik.

Wakil Walikota mengatakan, krisis moral bangsa merupakan masalah karakter, semacam kegelapan dan dapat diterangi dengan dengan al-qur’an, karena al-qur’an adalah cahaya kehidupan. “Jangan hanya membaca dan menghapal al-qur’an saja, tetapi pahami isi kandungan ayat tersebut supaya melekat. Sangat disayangkan bila kandungan ayat al-qur’an tidak dijalankan” tutur Wakil Walikota yang merasa bangga karena ada siswa non muslim yang ikut menghapal ayat al-qur’an.

“Al-Qur’an adalah mukjizat, bukan untuk membuat sengsara. Jangan khawatir pelajar kita akan terganggu karena menghapal al-qur’an. Karena banyak anak berprestasi yang juga bisa, hapal, dan paham al-qur’an. Membaca, menghapal, dan memahami al-qur’an tidak akan mengganggu seluruh kegiatan manusia” tutur Wakil Walikota berharap keluarga besar Pancoran Mas dapat menyambut gembira, tulus, dan ikhlas gerakan O-DOA ini. Jangan merasa berat dengan ini, kalau merasa berat berarti masih meragukan kehebatan al-qur’an.

“Semoga gerakan ini dapat ditularkan kepada Kecamatan lainnya. Buktikan manfaat dari gerakan ini mampu membetuk karakter para generasi penerus sehingga menjadi orang-orang besar yang menjunjung tinggi karakter dan nilai-nilai kebangsaan” tutup Wakil Walikota dilanjutkan dengan pemberian juz amma kepada guru secara simbolis. (ols)

Pencanangan Gerakan Nasional Dan Peduli Kanker Serviks


Humas Setda Kota Depok
Press Release
Jum’at, 23 November 2012

Kanker serviks menjadi ancaman besar bagi perempuan. Kanker di leher rahim ini paling banyak diderita oleh perempuan. Deteksi dini terhadap kanker rahim pun masih minim dilakukan perempuan. Prihatin dengan tingginya kejadian kanker rahim di kalangan perempuan, mendorong Yayasan Kanker Indonesia (YKI) yang memiliki 68 cabang di seluruh Indonesia untuk mencanangkan Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks. Kota Depok adalah salah satu kota yang turut mencanangkan gerakan tersebut dengan deteksi dini dan imunisasi.

Pencanangan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Balaikota, terdiri dari berbagai kegiatan, seperti sosialisasi kanker serviks, pemeriksaan dan deteksi dini melalui pemeriksaan papsmear, serta vaksinasi/imuniasi. Kegiatan yang dibuka oleh Walikota Depok H Nur Mahmudi Isma’il, dihadiri oleh Ketua YKI Cabang Kota Depok, Nur Azizah Tamhid, perwakilan Yayasan Kanker Indonesia, Hendria J Kessek, Dinas Kesehatan, Kader PKK Kota Depok, dan Dharma Wanita Kota Depok, Jum’at (23/11).

Ketua YKI Cabang Kota Depok mengatakan setiap menit satu orang meninggal akibat kanker serviks. Kegiatan ini diadakan untuk menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar sadar akan ancaman kanker leher rahim ini. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan pendeteksian dini dan pencegahan kanker serviks” tutur Nur Azizah seraya menambahkan hal-hal yang dapat mempengaruhi kesehatan, antara lain faktor lingkungan (45%), prilaku (35%), pelayanan kesehatan (20%), dan genetik (5%). Jadi bisa diambil kesimpulan dari sudut mana kanker serviks bisa terjadi.

Pemimpin Kota Belimbing mengatakan, YKI sebagai mitra pemerintah dalam penanggulangan penyakit kanker mempunyai misi yang berkaitan dengan upaya promotif, preventif (pencegahan) dan suportif, di mana deteksi dini kanker merupakan salah satu upaya pencegahan. Terima kasih atas kepedulian YKI, semoga dengan kegiatan ini bisa meminimalisir penderita kanker serviks. Penyebab utama kanker serviks bukanlan karena faktor keturunan, bisakanlah untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, himbau Walikota.

Perwakilan Yayasan Kanker Indonesia, Hendria J Kessek mengatakan, 80 persen perempuan sangat berpotensi terinfeksi HIV sepanjang hidupnya. Salah satu metode pendeteksian dini kanker serviks adalah dengan pap smear secara berkala (rutin setahun sekali). “Pengetahuan soal kanker serviks sangat penting. Jika tidak tahu secara benar, dapat menyebabkan kematian” tutur Hendria J Kessek berharap PKK dan Dinkes terus sosialisasikan kanker serviks. (ols)