Rabu, 19 Desember 2012

Ekspresikan Kebolehan Melaui Event Libala X


Humas Setda Kota Depok
Press Release
Rabu, 19 Desember 2012

Disela-sela kesibukannya, Wakil Walikota H M Idris Abdul Shomad menyempatkan diri untuk melihat jalannya perhelatan Liga Basket Pelajar X (Libala ), yang digelar di Lapangan Basket Komplek KONI Kota Depok, Rabu (19/12). Seperti Libala sebelumnya, Edisi Libala X masih menggelar empat kategori yakni putri SMP, putra SMP, putri SMA dan putra SMA. Libala merupakan program rutin yang biasa dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengcab Perbasi) Kota Depok untuk membina atlet-atlet basketnya. Libala biasa dilakukan dua kali dalam setahun. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Libala kali ini juga diikuti oleh para siswa yang duduk dikelas XII (kelas 3) baik SMP atau SMA. Biasanya para siswa tersebut tidak diperbolehkan untuk turut serta dalam ajang Libala karena harus berkonsentrasi dalam menghadapi ujian kelulusan.

Wakil Walikota mengatakan pentas Libala merupakan salah satu sarana untuk menyemangati anak-anak remaja dalam kancah pertandingan (khususnya basket), karena mereka memiliki kecenderungan berprestasi sangat kuat. “Karena itu, kita memberikan sebuah program atau event agar para remaja bisa mengekspresikan kebolehan mereka” tutur Wakil Walikota menambahkan, Libala merupakan media yang dapat memunculkan atlet-atlet basket di Kota Depok.

Bola basket merupakan salah salah satu cabang olahraga yang digemari oleh para pelajar, yang juga bisa menjadi sebuah ajang kompetisi yang melibatkan persaingan sehat antar sekolah. “Kompetisi seperti ini harus dilaksanakan secara rutin untuk mengurangi kegiatan-kegiatan negatif para pelajar dan meminimalisir terjadinya tawuran” ungkap Wakil Walikota seraya berharap, nantinya, Kota Depok memiliki sebuah hall/ lapangan indoor sendiri sebagai tempat berkumpulnya para remaja dalam mengasah kemampuannya dibidang olahraga. (ols)

Selasa, 18 Desember 2012

Pemkot Depok menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Madya Nasional dari Presiden RI


Selasa, 18 Desember 2012 
Pemerintah Kota Depok menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Madya Nasional dari Presiden RI yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam acara puncak Peringatan Hari Ibu ke-84 Tahun 2012 yang dipusatkan di UKM Convention Hall Jakarta.
Anugerah Parahita Ekapraya merupakan penghargaan yang diberikan pada kementerian/lembaga serta pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang  dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi yang terkait dengan Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA) di berbagai sektor pembangunan. 
Terdapat tiga kategori dalam APE, yang tertinggi kategori utama, disusul madya dan pratama. Penilaiannya berdasarkan penerapan strategi pengarusutamaan gender, pencapaian dan inovasi di dalam perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta upaya untuk memenuhi hak anak.
Sejumlah program yang telah diluncurkan Pemerintah Kota Depok dinilai banyak memihak pada perempuan dan anak, diantaranya : Pelatihan bagi perempuan dengan tujuan agar kaum perempuan dapat mandiri secara ekonomi sehingga akan mampu menumbuhkan UKM-UKM baru. Pelaksanaan Program P2WKSS, Depok Kota Layak Anak yang dimulai dari pengembangan RW Layak Anak. Program Gerakan One Day No Car dan gerakan One Day No Rice merupakan program inovatif Kota Depok yang sangat berpihak terhadap perempuan dan anak. 
Selain itu, Kota Depok juga sangat fokus terhadap perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, melalui pendirian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), lembaga tersebut sangat concern dalam melaksanakan pencegahan, rehabilitasi, pendampingan serta pemberdayaan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. 
Pada Tahun 2012 Presiden RI memberikan penghargaan tersebut kepada 12 kementerian/lembaga, 21 pemerintah provinsi, dan 42 pemerintah kabupaten/kota.
Dalam evaluasi pelaksanaan Program Pembangunan Bidang PUG, PP dan PA yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Tim Independent, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajukan 5 (lima) kabupaten/kota, yaitu Kota Depok, Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur.  Hasil akhir dari evaluasi tersebut adalah sebagai berikut:
1.     Pemerintah Provinsi Jawa Barat  : Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya
2.     Kota Depok                             : Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya
3.     Kabupaten Bogor                     : Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya
4.     Kabupaten Cianjur                   : Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya
5.     Kota Bandung                         : Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Pratama
6.     Kabupaten Sukabumi               : Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Pratama

Dalam mewujudkan Kota Depok yang Maju dan Sejahtera, pada Tahun 2012 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok sebesar 79,49, merupakan IPM tertinggi di Jawa Barat dan urutan ke-3 di tingkat nasional.  Sedangkan untuk Indeks Pembangunan Gender (IPG) Tahun 2011 sebesar 71,94 urutan ke-28 tingkat nasional dan untuk Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) Tahun 2011 sebesar 77,29 rutan ke-7 di tingkat nasional. Berdasarkan data-data tersebut diatas, masih terdapat kesenjangan gender dalam setiap bidang pembangunan di Kota Depok. (cko)

Kamis, 13 Desember 2012

Sarasehan Dakwah dan Sosialisasi 10 Kriteria Aliran Sesat - Revitalisasi Aktivitas Dakwah


Press Releas
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 13 Desember 2012


Dakwah merupakan nasehat untuk umat pada umumnya adalah mengajak kepada kebaikan, mengajarkan agama, mengadvokasi dan membimbing untuk taat kepada Allah SWT. Oleh karena itu Dakwah harus sesuai dengan tata cara dan sesuai dengan ajaran agama islam yang benar dan berlandaskan pada Al-Quran dan hadist.
Kamis, (13/12)  Sarasehan Dakwah dan Sosialisasi 10 Kriteria Aliran Sesat- Revitalisasi Dakwah diselenggarakan di Gedung MUI Kota Depok. Wakil Walikota Depok KH. M Idris Abdul Somad, MA  dan KH. Dimiyati Badrruzaman hadir sebagai narasumber. Turut hadir perwakilan Kementerian agama Kota Depok, dan peserta perwakilan Maj`lis Ta`lim Kota Depok, Perwakilan MUI se-Kota Depok.

Pada kesempatan ini DR.KH.Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA mensosialisasikan 10 Kriteria (Ciri-Ciri) Aliran Sesat, yaitu:
1.       Mengingkari Rukun Iman dan Rukun Islam
2.       Meyakini dan Atau Mengikuti Aqidah yang tidak sesuai dalil syar`I (Al-Qur`an dan Hadis)
3.       Meyakini Masih Turun Wahyu Setelah ALQur`an
4.       Mengingkari Otentisitas dan atau kebenaran isi AlQur`an
5.       Mengingkari Hadis Sebagai Ajaran Islam
6.       Melecehkan Para Nabi dan Rasul
7.       Mengkafirkan Sesama muslim tanpa dalil Syar`i
8.       Mengubah Pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syari`at
9.       Mengingkari Nabi Muhammad SAW Sebagai Nabi Terakhir
10.Melakukan Penafsiran Al-Qur`an yang Tidak Sesuai Dengan Kaidah Tafsir
Diharapkan setelah disosialisasikannya 10 Kriteria tersebut masyarakat atau Para Pendakwah di Kota Depok mampu memilah, dan mencerna sebuah ajaran. Sehingga aliran-aliran sesat yang menyalahi aturan agama islam lama kelamaan akan menjadi sempit dalam penyebarannya.

Sementara itu KH. M Idris Abdul Somad, MA mengisi sarasehan ini dengan membagikan sebuah buku kecil berjudul “Lingkungan Hidup Dalam Konsepsi Islami”. Didalam buku ini dituliskan bahwa melalui  menjaga lingkungan bersih dari sampah kita dapat memperoleh pahala, Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman. Allah SWT dan Islam sangat mencintai kebersihan dan Keindahan. Zinah bukan hanya dilarang tetapi sebagai umat kita juga harus menjauhinya. Teks-teks suci tentang memelihara kehidupan, yang dimaksud disini adalah aturan-aturan, kata-kata bijak dari ajaran nabi Muhammad SAW dan Hadist dan ayat Al-Quran mengajarkan kepada manusia agar senantiasa menjaga lingkungan hidup. Jika kita menjaga kelestarian alam dan menjaga lingkungan maka, lingkungan akan balik mencintai dan menjaga manusia. Tetapi jika tidak maka yang terjadi adalah sebaliknya, timbulah bencana seperti banjir bandang, dll.
Kesimpulan dari hal-hal yang disampaikan oleh 2 Nara sumber adalah: Bagaimanapun, dan sekeras apapun aliran sesat berusaha merusak ajaran-ajaran agama islam, tetapi dengan berpegang teguh kepada AL-Qur`an dan Hadis , maka suatu umat tidak akan terpengaruh olehnya.   (Wg)

Kepala Bagian
Humas dan Protokol
Setda Kota Depok
Diah Sadiah, S.Sos.MSi
NIP. 1968 0913 199603 2 005