Jumat, 13 September 2013

Rakyat Adalah Inti Dari Demokrasi



Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depok

Bertempat diruang kerjanya, dilantai 2 Balaikota, Wakil Walikota Depo H. M Idris Abdul Shomad menerima Ketua Ormas Oi didirikan para fans Iwan Fals pada 16 Agustus 1999 di rumah Iwan Fals. Bapak Sofyan beserta kedua rekannya, Kamis (12/9) sore. Turut hadir mendampingi, Bagian Sosial, Kesbang, dan DPOPSB Kota Depok. Kehadiran Sofyan ke Balaikota adalah untuk meminta pandangan dan saran Wakil Walikota Depok, terkait dengan sebuah acara yang akan digagas oleh Oi, pada 23 Oktober 2013 mendatang. Sebelum memaparkan tentang acara yang akan dibuat, Sofyan sempat menceritakan tentang sejarah terbentuknya Oi.Oi didirikan Oleh Virgiawan Listanto dan penggemar Iwan Fals dalam Silaturahmi Nasional di Desa Leuwinanggung kecamatan Cimanggis, kota Depok pada tanggal 16 Agustus 1999 untuk waktu yang tidak terbatas dan untuk selanjutnya tanggal tersebut dijadikan sebagai hari jadi Oi. Kini Oi telah berdiri di 33 provinsi dan 3 negara” ujar Sofyan.

Kami akan membuat acara talkshow dan konser yang bertemakan “Wujudkan Demokrasi Indonesia yang Jujur, Adil, dan Damai” dengan narasumber Prof. Dr. Syamsuddin Haris, M.Si (peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik, LIPI) dan Budayawan Emha Ainun Nadjib. Acaranya yang berdurasi selama 4 jam ini, akan kami kemas semanis mungkin sehingga para peserta talkshow bisa merasakan alunan musik akustik dari bang Iwan Fals selama 1,5 jam. Untuk peserta, kami akan mengundang Daftar Calon Tetap (DCT) Pileg 2014, para pemuda, dan masih banyak lagi. Tujuan kami menyelenggarakan acara ini adalah untuk memberikan pendidikan politik kepada para pemuda khususnya dan masyarakat umumnya, sehingga pemilu 2014 nanti bisa berjalan sukses, pungkas Sofyan menambahkan, acara ini juga dapat membantu tugas KPU dan Kesbang untuk mensosialisasikan pemilu 2014 mendatang. “Kami berharap event lokal untuk nasional ini mendapat dukungan dari pemerintah dan sukses” harap Sofyan, yang ingin menyerukan kepada pemenang yang terpilih nanti, bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, tetapi melayani masyarakat yang menjadi tujuan.

Senada, Wakil Walikota juga menyambut baik rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh ormas Oi ini, karena menurutnya, acara tersebut mengandung unsur pendidikan, yang memang dibutuhkan untuk menghadapi pemilu 2014 mendatang. Semoga dengan event tersebut, masyarakat Depok bisa lebih dewasa dalam berpolitik. “Tema yang akan diusung sangat menarik, karena masalah kedamaian politik harus terus ditanamkan kepada masyarakat dan melayani masyarakat adalah sebuah tujuan. Kita harus menghormati siapa pun pemenangnya, agar kestabilan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Harus juga diwacanakan bahwa kita tidak boleh berpikiran negatif kepada pemimpin” tutur Wakil Walikota menegaskan, inti dari demokrasi adalah rakyat. Diakhir audiensi, perwakilan dari Kesbang Kota Depok tak lupa haturkan terima kasih kepada ormas oi yang telah peduli dan membantu sosialisasi pemilu, semoga pemilu 2014 nanti berlangsung dengan sukses dan kondusif. (olas)
   


   

Rabu, 11 September 2013

The First Margocity Art and Craft Tambah Special Dengan Adanya Demo Ukir Suku Asmat dan Stand ODNR

Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 10 September 2013

The First Margocity Art and Craft merupakan pameran kesenian dan kerajinan tangan asli Indonesia. Pameran ini merupakan pertama kalinya, karena lebih lengkap menjual berbagai hasil kerajinan tangan, dan menampilkan kesenian Indonesia. Ada yang special dari pameran kesenian di Margocity Mall ini, karena ada demo ukir suku Asmat dari Papua. Disalah satu stand terdapat orang asli suku asmat sedang asik mengukir, sehingga pengungjung dapat melihat secara langsung bagaimana proses suku asmat membuat sebuah ukiran, distand ini juga dipamerkan, dan dijual beberapa hasil ukiran. Pameran ini akan berlangsung selama 12 hari dari tanggal 10- 22 September 2013 di Loby Utama Mall Margocity Depok lantai dasar.

Penampilan musik sape suku dayak mengawali pembukan The First Margocity Art and Craft. Pembukaan Pameran The First Margocity Art and Craft dilakukan secara langsung oleh Walikota Depok. H. Nur Mahmudi Isma'il, MSc.Stand-stand pada pameran ini menyediakan berbagai kerajinan tangan hand made (buatan tangan) asli Indonesia. Diantaranya selop cantik perempuan terbuat dari kayu, berbagai aksesoris hasil dari budidaya mutiara, macam-macam batik asli Indonesia, berbagai pajangan cantik, produk perawatan tubuh asli rempah-rempah Indonesia, tas selop ukiran, berbagai tas kulit cantik, tas kulit pohon,  hasil rajutan, sulam perca, hasil ukiran asli suku Asmat Papua, Stand One Day No Rice, Demo Rajut/ Sulam Perca dari Depok, dan masih banyak sesuatu yang special dan lain sebagainya.

Stand One Day No Rice dan Sosialisasi One Day No Car melengkapi dan membuat special pameran ini. Di stand ini menjual beras ODNR, beras yang sama tekstur dan rasa dengan beras biasa namun terbuat dari jagung. Buku ODNR, Mie ODNR ( Mie Sehat dari jagung, bebas lemak dan bebas pengawet ) Buku 120 Jam bersama Nur Mahmudi Isma'il, meramaikan stand ini. Beberapa pengunjung tak ketinggalan tertarik untuk mampir dan menggali informasi tentang beras ODNR ini.

Tari Tor Tor, Tari Sunda, Tari dari kalimantan timur, berbagai tari dan kesenian lainnya akan ditampilkan  di pameran ini.Pameran ini terselenggara atas kerjasama Co Organizer Bina Ripta Utama, Pemerintah Kota Depok, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, Zen Production, Koran Sindo, Radio Urban FM, Women Radio, 100 % love Indonesia, Go Greeen, Wonderful Indonesia, Indonesia Kreatif, MargoCity Mall Depok.Pemotongan umpang ( khas suku dayak) dilakukan oleh Walikota, didampingi ketua umum ASEPHI, GM margo city, direktur bina ripta utama,sekjen BPP ASEPHI Pusat.

Sementara itu, dalam sambutannya Walikota memberikan apresiasi kepada "ASEPHI,dan kepada pelaku handycraft "karena kalian bukanlah pelaku import tetapi pelaku ekspor yang menjadi pahlawan devisa yg mengharumkan negara, ada sekitar 50-70 peserta dihari prtama ini mudah-mudahan tahun berikutnya semakin bertambah" tuturnya.

Dalam empat tahun terakhir Depok menjadi pusat perdagangan industri yang tumbuh dengan pesat, dimana semakin banyak pusat perbelanjaan, apartemen dan gedung geding pencakar langit lainnya, diharapakan kdisplinan/kesadaran Warga Depok untuk turut mengembangkan perekonomian kota Depok agar semakin maju dan sejahtera.

Walikota juga berpesan, "kita harus mencintai produk dalam negeri. Para pelaku handycraft dapat bersinergi dengan para perajin yang ada dikota Depok, terlebih UMKM depok yang saat ini tengah dilatih membuat kerajinan tangan"Sambungnya" pertumbuhan ekonomi kota Depok berbeda dengan kota-kota lain, jangan sampai pertumbuhan di Depok hanya dinikmati oleh orang lain dari luar Depok.Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini kemiskinan di Kota Depok mengalami penurunan, rata-rata garis kemiskinan relatif jauh dibanding rata-rata nasional artinya jauh dari kategori miskin".

Terkait dengan ODNR, Beliau mengatakan bahwa ODNR merupakan salah satu solusi yang bertujuan agar masyarakat berprilaku sehat, dimana selama ini rakyat Indonesia terdisorientasi kalau maknan itu harus nasi & roti, padahal dari hasil survei  internasional keduanya adalah pemicu diabetes. Intinya Pemkot ingin agar tingkat kemiskinan, perekonomian bisa kita selesaikan melalui dua program pemerintah yaitu ODNC & ODNR"Melalui pameran MCA&C ini, diharapkan mampu meningkatkan nama Depok, dimna saat ini banya tempat untuk menjadi peluang tempat perdagangan handicraft, hal ini sesuai dengan visi jangka panjang kota Depok "kota niaga & jasa yang religius".Semoga acara ini dapat menjadi agenda tahunan, yang namanya mudah mudahan bukan Margo City Arts & craft mlainkan  mnjadi "Depok Arts & Crafts", pungkas Beliau (endang)

Selasa, 10 September 2013

Mari Wujudkan Tiga Unsur Ilmu


Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 10 September 2013

Wakil Walikota Depok H. M Idris Abdul Shomad menghadiri Halal Bihalal dan Launching Pengajian Bulanan di Masjid Baiturrahman Jl. Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya,  Selasa (10/10) pagi. Hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Cabang Muslimat NU, Ibu Hj. Dewi Saripah beserta jajarannya, Ketua MUI Sukmajaya, Muspika, serta Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat di Sukmajaya. Halal Bihalal diawali dengan Pelantikan Ranting Muslimat NU Kelurahan Abadijaya dan Mekarjaya oleh Hj. Dewi Saripah dengan pembacaan ikrar.

Hj. Dewi Saipah mengatakan, bahwa Muslimat NU tidak hanya sekedar dakwah, karena dakwah sesunggunya merupakan jati diri dan darah daging muslimat. Muslimat NU juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan. “Semoga pelantikan ranting Muslimat NU ini akan terus meningkatkan kinerja dan sumbangsihnya untuk Kota Depok, dan semoga dengan pelantikan ini Muslimat NU di Sukmajaya bisa bertambah besar dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya. Selamat berjuang di jalan Allah, tetap eksis, dan berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Depok” harap Dewi.

Awali sambutan, Wakil Walikota mengatakan bahwa Masjid Baiturrahman memiliki warna kubah yang berbeda dengan masjid lainnya, yaitu berwarna merah. “Di Depok, terkenal dengan masjid kubah emas, dan masjid ini hadir dengan warna yang berbeda, dan bisa disebut dengan Masjid Merah. Kalau dalam di Arab juga ada, namanya Al-Hamro, dan disana merupakan masjid yang bersejarah dan monumental, semoga Masjid Merah di Kota Depo ini juga bisa seperti itu” tutur Wakil Kota Depok, yang tak lupa haturkan terima kasih dan apresiasi kepada Muslimat NU yang telah berkiprah dengan program-programnya yang sangat konstruktif dalam mewujudkan SDM yang cerdas dan religius.

M. Idris Abdul Shomad melanjutkan, untu mewujudkan salah satu misi kota Depok, pemerintah wajib bermitra dengan ormas-ormas seperti ini, karena dengan pengajian yang menjadi agenda rutinnya, terdapat 3 unsur ilmu yang dapat diwujudkan. Ketiga unsur tersebut adalah; (1) Berasal dari kata ilmu itu sendiri (ilm) yan berarti orang yang mencari ilmu pasti mempunyai martabat dan kehormatan. (2) Lam, yang artinya orang yang berilmu memiliki sifat yang lemah lembut dan santun. Semakin berilmu maka akan semakin lembut dan santun. Bila orang yang berilmu sombong, maka ilmu yang dimiliki tida berkah. (3) Mim, ibarat garam, makanan tanpa garam itu tidak enak, begitu juga bila masyarakat Depok harus rajin menuntut ilmu agar enak/terang dalam kehidupan.

Untuk memiliki 3 unsur tersebut, ada 4 syaratnya, yaitu (1) Pikiran yang terbuka, artinya ikhlas jiwanya dalam menerima ilmu. (2) Punya guru yang terbuka dan berwawasan luas, bukan guru yang picik dan eksklusif. (3) Memiliki kitab yang shahih yang telah direkomendasi, jangan asal ceramah tanpa pegangan yang tepat. (4) Kalau menuntut ilmu jangan sepotong-sepotong, tetapi hrus terus menerus, serius, dan sungguh-sungguh, papar Wakil Walikota, seraya menceritakan sedikit tentang kesungguhan sahabat Rasul yang tuna netra, Abdullah bin Ummi Maktum, dalam menuntut ilmu. Dalam kesempatan itu, Wakil Kota Belimbing juga menjadi saksi penandatanganan berita acara launching pengajian bulanan Muslimat NU. (olas)