Selasa, 24 September 2013

Ayo Beli Kupon PMI Untuk Bantu Korban Bencana dan Dapatkan Pahala


Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 24 September 2013



 Bulan dana PMI tahun 2013 mulai dibuka, bulan dana PMI adalah periode dimulainya penggalangan dana PMI yang nantinya dana tersebut akan dipergunakan untuk membantu korban bencana.
Selasa, (24/9) Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad, MA ditunjuk oleh Walikota sebagai Ketua Bulan Dana PMI Kota Depok tahun 2013. Bertempat di aula lantai 1 Balaikota Depok, bulan dana PMI Kota Depok secara resmi dibuka. 

Bulan dana PMI Tahun 2013 ini mengusung tema” Melalui Bulan Dana PMI Kita Tingkatkan Rasa Kepedulian Sosial Sesama”. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah, Perwakilan Unsur Muspida, Para Kepala OPD, Camat, Lurah, se-Kota Depok, Para Asisten, Relawan, dan hadirin lainnya.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Depok mengatakan “ Pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2013 telah dimulai, saya merasa senang diamanahkan oleh Walikota sebagai Ketua Bulan Dana PMI Tahun 2013 Kota Depok. Beliau mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh semua pihak atas pelaksanaan PMI Tahun 2012. Pelaksanaan bulan dana PMI dan pelaksanaan PMI tahun 2012 telah berjalan lancar, dan 87 % sesuai target,”tuturnya.

“Semoga penggalangan dana PMI Tahun 2013 ini dapat maksimal, jika melihat potensi dan semangat. Target 605, semoga dapat mencapai target secara maksimal. Namun jumlah tersebut dirasakan belum cukup untuk mempersiapkan dana, kalau-kalau suatu hari terjadi bencana yang tidak terduga. Semoga pencapaian hasil penggalangan dana PMI dapat maksimal, oleh karena itu kerja kita harus lebih optimal.

“Sumbangkan dana kalian, dengan membeli kupon PMI, dana tersebut akan digunakan untuk membantu korban bencana. Selain dapat menolong sesame, dengan membeli kupon, kita juga telah memperoleh pahala. Dana tersebut nantinya, akan digunakan untuk menolong korban; puting beliung, banjir, dan beberapa bencana kebakaran, seperti yang telah terjadi di tahun 2012”. Dana harus kita siapkan untuk menolong korban bencana meskipun bencana tidak kita harapkan. 

“Jika kita menolong orang lain, maka insya Allah, Allah SWT akan menolong kita saat kita sedang dalam keadaan susah. Semoga dana tersebut nantinya akan dapat disalurkan secara efektif, dan dapat meringankan beban orang yang sedang terkena bencana,” tuturnya.
Senada, Asisten Ekbangsos mengatakan “Dana tersebut nantinya, akan digunakan untuk menolong korban; puting beliung, banjir, dan beberapa bencana kebakaran, seperti yang telah terjadi di tahun 2012”. Dana harus kita siapkan untuk menolong korban bencana meskipun bencana tidak kita harapkan”. 

“Kupon PMI akan disebarkan, dapat dibeli dengan pecahan kupon senilai Rp. 1000,-, dengan batas waktu pengumpulan 20 Desember 2013, Diwajibkan pada tanggal tersebut sudah terkumpul dan siap untuk digunakan dalam keadaan tak terduga”.

Diakhir acara, Wakil Walikota juga memberikan piagam penghargaan secara simbolis kepada penyetor dana PMI tercepat tahun 2012, diantaranya;
- PT. POS Indonesia
- KODIM 0508
- Kecamatan Pancoran Mas
- DISPENDA
- Dinas Kesehatan Kota Depok
(Endang)


Senin, 23 September 2013

Pemerintah Kota Depok Sambut Kedatangan TIM Penilai Lomba Posyandu Tahun 2013 TK. Provinsi Jawa Barat


Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 23 Septmber 2013


Lomba Posyandu Tahun 2013 telah dimulai, seluruh Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) se- Provinsi Jawa Barat akan dinilai oleh Tim Penilai Provinsi dari Jawa Barat. Termasuk Kota Depok akan dinilai dalam perlombaan ini, hari ini Senin, (23/9) Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad, MA, Sekretaris Daerah Kota Depok menyambut kedatangan TIM Penilai Lomba Posyandu Tahun 2013 di aula lantai 1 Balaikota. Kegiatan ini mengusung tema “Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Kader Untuk Menyukseskan Program Revitalisasi Posyandu Menuju IPM Kota Depok 80 Tahun 2013

Posyandu Markisa merupakan posyandu Pemenang TK. Kota Depok dan rencananya akan mewakili lomba di tingkat Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013. Posyandu Markisa beralamat di RW. 06 Kelurahan Tanah Baru Beji, Depok.  Namun Bambang Sugiyanto, Ketua Tim Penilai yang hadir di Kota Depok menyatakan “ tidak hanya posyandu yang diunggulkan yang akan dinilai, keberadaan seluruh posyandu, dan pelaksanaan akan dilihat oleh Tim Penilai, baik secara keaktifan, ataupun administrasi/laporan, “tuturnya.

Turut hadir Kepala BPMK Kota Depok Widyati Ryandani, Ketua TP PKK Kota Depok atau perwakilan, Ketua TP PKK Kecamatan se- Kota Depok, Ketua TP PKK Kelurahan se-Kecamatan Beji, Bapak Bambang Sugiyanto, MM Perwakilan Ketua Tim Penilai dari Provinsi Jawa Barat berserta Anggota Tim Penilai Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad, MA mengucapkan selamat datang kepada TIM Penilai Lomba Posyandu Tahun 2013 dari Provinsi Jawa Barat. “Mudah-mudahan kedatangan Tim Penilai tidak hanya sekedar melakukan penilaian terhadap Posyandu di Kota Depok, namun silaturahmi antar aparatur pemerintah.
“ Posyandu mulai dikenalkan sejak tahun delapan puluhan, dan mulai tahun sembilan puluhan sesuai instruksi Kemendagri dilakukan revitalisasi Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) yang meliputi kesehatan dasar, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan Ibu dan anak. Posyandu bertujuan memberikan kesejahteraan dengan disediakannya pelayanan kesehatan dasar. Untuk menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi, agar mencapai keluarga sejahtera dan berkualitas.

 Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Depok bersama BPMK, dan Mitra Swasta. Pemberian bantuan untuk sarana dan prasarana juga di berikan oleh Pemerintah Kota Depok kepaa 985 posyandu, dari 887 rw se- Kota Depok. Posyandu terintegrasi di Kota Depok juga memiliki layanan pemulihan gizi, dimaksudkan untuk menuntaskan masalah gizi buruk. Perhatian Pemerintah Kota Depok yang serius dengan penanganan gizi buruk di Kota ini, akhirnya menghasilkan prestasi Penghargaan MDG`s Award kategori nutrisi pada tahun 2011 lalu, “tuturnya.
“Bahkan pada tahun 2012, dan 2013 pemberian bantuan meningkat menjadi 2,5 jt untuk setia posyandu, dengan tambahan bantuan 1 jt dari Gubernur Jawa Barat.

Pemerintah Kota Depok melibatkan posyandu, dan PKK, serta Mitra dari Stakeholders eksternal dalam menanggulangi berbagai masalah sosial. Pemerintah Kota Depok juga terus berupaya dalam memberikan perhatian secara serius tentang keberlangsungan posyandu, demi mensejahterakan masyarakat melalui berbagai kegiatanya. Wakil Walikota berharap semoga penilaian ini berjalan dengan lancar, dan semoga Kota Depok dapat menang dalam perlombaan posyandu TK. Provinsi Jawa Barat tahun 2013, “tuturnya.

Sementara itu Perwakilan dari Ketua TIM Penilai Lomba Posyandu 2013 TK Povinsi Jawa Barat, Bambang Sugiyanto, dalam sambutannya mengatakan” Posyandu merupakan bagian sinergitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat posyandu harus terus di revitalisasi. Hal tersebut juga tertuang di dalam RPJMN Provinsi Jawa Barat. Berbagai pemenuhan, secara hardware, software, dan brainware terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bantuan yang diberikan mencapai lebih dari 50 M,” tuturnya.

Sambung Bambang, “ lomba posyandu dan kader posyandu bertujuan untuk memotivasi para penyelenggara kegiatan posyandu, termasuk Ketua dan Kader, agar mereka memberikan prestasi terbaik, sesuai dengan norma dan target dalam pelaksanaan posyandu di daerah masing-masing. Juga diharapkan  mampu memperkuat persepsi posyandu yang sangat strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Posyandu, dan kader posyandu patut mendapatkan apresiasi.
Tak hanya sekedar kejuaraan, namun pelombaan ini diharapkan dapat menjadi evaluasi agar dikemudian hari dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada seluruh masyarakat, penilaian posyandu juga untuk memotivasi keberadaan posyandu agar terlaksana secara berkesimambungan, “ tuturnya. 

Usai penyambutan, dan ekspose secara teknis dari Pokjanal Posyandu, dan Penyerahan laporan dari Ketua Pokjalanal Kota Depok kepada Tim Penilai, Tim akan melanjutkan kunjungan ke Posyandu Markisa beralamat di RW. 06 Kelurahan Tanah Baru Beji, dan menilai secara keselurahan tentang pelaksanaan dan pelayanan Posyandu di Kota Depok. (Endang)

Minggu, 22 September 2013

Jadi Orang Tua Jangan Pelit dan Boros



Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depok
Sabtu, 21 September 2013

Selain menitikberatkan untuk tidak menjadikan anak sebagai beban, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, juga berpesan kepada para orang tua untuk membelikan sesuatu yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak. Orang tua jangan mengajarkan pemborosan dengan membelanjakan hal-hal yang memang tidak/belum sesuai dengan kebutuhan anak. Namun, jangan pelit juga menjadi orang tua, belikan apa yang menjadi kebutuhan anak. Jadilah orang tua yang tidak pelit dan tidak boros, pengeluaran harus sesuai dengan pemanfaatannya. Bila memang belum waktunya untuk memiliki sebuah barang/benda yang diinginkan, ya jangan dibelikan, tutur Pemimpin Kota Belimbing dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional Tk. Kota Depok Th. 2013 di Cilodong, Sabtu (21/9) pagi.

“Jangan terlalu mengenalkan nilai-nilai pemborosan, kenalkanlah nilai-nilai keagamaan, kenegaraan, dan kepahlawanan, agar anak-anak dapat menegakan jiwa patriot yang benar. Jangan bangga bila anak-anak memiliki segala yang mereka inginkan, namun ia tidak bisa memiliki kemampuan memilih mana yang tepat bagi dirinya. Untuk itu, sebagai orang tua, harus mampu mengalokasikan pembiayaan bagi anak yang tepat sasaran” himbau orang nomer satu di Depok, menambahkan, para orang tua harus mampu mengajarkan nilai kesopanan dan disiplin, agar anak-anak memiliki sikap yang benar.

Pemimpin Kota Depok melanjutkan, ada 31 jenis hak anak yang harus dipenuhi, antara lain; hak identirtas diri, mengupayakan tersedianya lingkungan yang nyaman, pengasuhan yang benar, dan kemampuan mengeskpresikan kemampuan. Selain hak, harus disadari bahwa anak juga memiliki kewajiban, diantaranya harus bisa mengekspresikan potensi dalam rangka memberikan kontribusi dalam pembangunan Negara, dengan cara rajin belajar, memahami dan mengapresiasi budaya-budaya kebangsaan serta keagamaan. Sebagai anak harus bisa mem-filter budaya-budaya yang membahayakan bagi social kemasyarakatan dan yang membahayakan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Walikota Depok menghimbau kepada para orang tua untuk mengenalkan singkong, ubi dan sumber karbohidrat lainnya, agar anak-anak mengetahui bahwa ada banyak sumber karbohidrat. “Pengenalan tersebut dimaksudkan, jangan sampai anak kecil hanya mengetahui yang popular saja, padahal ada potensi yang lebih sehat, bila tidal dikenalkan, maka mereka tidak akan kenal dan menganggap rendah, dan itu tidak boleh terjadi, apalagi itu berasal dari bangsa kita sendiri. Kenalkan makanan yang lebih sehat dengan cara yang benar” himbau Nur Mahmudi, yang juga menghimbau para orang tua untuk membiasakan anak-anak menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (olas)