Rabu, 22 Mei 2013
Selasa, 21 Mei 2013
Rakor Muspida Untuk Menangkal dan Mencegah Bahaya Teroris
Siaran
Pers
Humas
Protokol Setda Kota Depok
Senin,
20 Mei 20013
Bertempat
di Aula Lt. 5 Balaikota Depok, Rapat pertemuan Muspida, Muspika, Tokoh Agama,
dan Tokoh Masyarakat bersama Pemerintah Kota Depok dilaksanakan, dengan
mengusung tema “Meningkatkan Keterpaduan Instansi Pemerintah dengan Seluruh
Komponen Masyarakat dalam Rangka Menangkal dan Mencegah Bahaya Teroris”, Senin
(20/5) sore.
Walikota
Depok H Nur Mahmudi Isma’il menghaturkan kepada pihak Polresta Depok yang telah
berhasil dalam menangani kasus teroris yang sempat ada di Kota Depok. Semoga
dengan kegiatan ini dapat meningkatkan intelegensi kita untuk selanjutnya
bersama-sama mampu turut serta melakukan upaya pencegahan jika itu terjadi lagi
di Kota Depok. “Selain masalah teroris, masalah narkoba juga tidak kalah
penting untuk disikapi secara bersama dan serius, karena dapat menimbul
keresahan masyarakat juga” tutur Walikota menambahkan baik masalah narkoba
maupun teroris terjadi karena indikasinya mereka jauh dari ajaran-ajaran agama.
“Kami
berharap para tokoh agama betul-betul melaksanakan pendewasaan kepada
masyarakat, yang dimulai dari diri sendiri untuk membekali agama dengan benar
dan jangan sampai menjadi pengguna narkoba serta terseret kedalam masalah
terorisme” pinta Pemimpin Kota Belimbing seraya menghimbau agar fungsi tokoh
agama dapat lebih diperkokoh lagi, kalau perlu kelola dan terjun langsung ke
masyarakat. Walikota juga meminta Kemenag Depok untuk memberikan pembekalan
tentang keluarga sebelum menikah agar ketahanan dan keharmonisan keluarga dapat
terjaga.
“Mari
bersama kita ciptaka kondisi yang aman dan lakukan pencegahan teroris dengan
memberikan pendidikan agama, pendidikan moral, dan ketahanan keluarga” ajak
Walikota akhiri sambutan. Senada, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok mengatakan
bahwa kebanyakan dasar mereka melakukan tindakan tersebut adalah karena
pemahaman agama yang singkat dan salah. Untuk itu, tokoh agama harus memberi
pemahaman yang benar tentang arti jihad yang sesungguhnya, agar tidak terjadi
kesalahpahaman.
Menanggapi
hal tersebut, Ketua DPRD Kota Depok menyarankan untuk membuat terobosan program
baru untuk antisipasi masalah-masalah kerawanan masyarakat. “ Diskusi seperti
ini harus kita lakukan secara bertahap dan diperlebar hingga tingkat Kecamatan,
sehingga terjalin proses komunikasi antara pemerintah, instansi vertikal,
muspida, dan komponen elemen masyarakat” tuturnya.
Dandim
0508 mengatakan bahwa yang hadir disini adalah para pelopor yang akan melakukan
kerjasama dari level atas hingga level bawah, sekaligus akan menjadi leader
kepolisian dilingkungannya masing-masing, sehingga bersama bisa meminimalisir
tindakan-tindakan yang dapat meresahkan masyarakat. “Tidak bisa sendiri
melaksanakan pengaman, harus semuanya demi terciptanya keamanan dan ketertiban
di Kota Depok yang kita cintai ini” tutur Dandim 0508. Dalam rakor yang
disuguhi materi tentang menangkal dan mencegah bahaya teroris oleh Kapolres
Depok ini, juga disosialisasikan Instruksi Presiden no. 2 Th. 2013 tentang
gangguan keamanan nasional. (ols)
Kantin Sehat di SMK 2 Sawangan Depok
Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depok
Senin, 20 Mei 2013
Usai menjadi Inspektur Upacara di lapangan Balaikota,
Walikota Depok H Nur Mahmudi Ism’il bertandang ke SMK 2 Depok dengan menggunakan
sepeda motor. Walikota yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok
Herry Pansila, disambut oleh Kepala Sekolah SMK 2 Depok Hj. Asma Irfan beserta
para guru, dan Camat Sawangan Eko Herwiyanto, Senin (20/5).
Setelah
memantau, Walikota bersama rombongan menikmati santap siang menu ODNR yang tadi
dimasak oleh para siswa. Usai menikmati makan siang, Walikota juga sempat
memantau kantin sehat ODNR yang ada di SMK 2 Depok. “Saya memberikan apresiasi
kepada SMK 2 atas terealisasinya kantin sehat ini, ini merupakan tekad SMA , selain tekad kesadaran antara
pengelola kantin juga patut diapresiasi
karena mengajak anak didik membiasakan pola makan yang sehat, beragam, bergizi,
dan seimbang, aman, serta sehat. Pola ini perlu proses dan pembelajaran, dan sebagaian
sudah paham, sehingga secara rutin para guru, pengelola kantin, dan siswa dapat
praktik makan sempurna ODNR. Makan sempurna berarti lengkap, karbohidrat non
nasi dilengkapi menu sayur, lauk, dan buah” seperti menu makan siang
tadi berupa singkong yang diparut, sayur capcay dan sup, dan rendang.
Kepala
Dinas Pendidikan Kota Depok mengatakan, kantin di SMK 2 ini memang telah
menerapkan menu ODNR sejak awal 2013 lalu untuk mensukseskan program ODNR dan
untuk membiasakan siswa mengkonsumsi makanan yang sehat, karena pola konsumsi
yang sehat akan berdampak pada daya serap siswa dalam menangkap mata pelajaran
di kelas. “Bila anak-anak kebanyakan karbohidrat, maka mereka akan mengantuk
dan sulit menerima pelajaran dikelas. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat,
maka pelajaran akan mudah diterima dan janganlah berlebihan saat makan. Seperti
yang dikatakan Rasul; makanlah sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang”
tutur Herry Pansila. (ols)
Langganan:
Postingan (Atom)