Rabu, 17 Juli 2013

Pemkot Depok Menjamin Sekolah Master Tidak Akan Dihilangkan

Siaran Pers
Humas & Protokol Setda Depok
Senin, 15 Juli 2013



Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il dan Wakil Walikota Depok H. M Idris Abdul Shomad  menghadiri sidang paripurna persetujuan DPRD kota Depok, terhadap Raperda tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun 2012, Senin (15/7) siang di gedung DPRD kota Depok. Sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Depok Drs. Rintis Yanto, dihadiri oleh Ketua Pengadilan kota Depok, Kepala DPM Kota Depok, Muspida dan Instansi Vertikal di Kota Depok, serta 41 anggota DPRD Kota Depok.


Terkait dengan Raperda yang sudah disepakati dan Laporan Pertannggung Jawaban (LPJ) APBD tahun 2012 yang telah disahkan, Walikota Depok memberikan sambutannya. "Pemkot Depok akan terus meningkatkan kinerja dalam menggunakan APBD Daerah dan akan meningkatkan jumlah SDM dan pelayanan Kesehatan. Hal itu semua ditujukan untuk membuat Depok dan masyarakat menjadi lebih baik dan lebih baik lagi" ujar Walikota.

Usai sidang Paripurna, Walikota sempat melakukan wawancara yang bertemakan pendidikan. Beliau memberitahukan bahwa mulai tahun ini, kota Depok akan meningkatkan mutu pendidikan agar lebih berkualitas. "Minimal 20% untuk sekolah negeri di Depok akan memfasilitasi pendidikan untuk orang yang tidak mampu" pungkasnya. Untuk menyikapi hal tersebut, Pemkot Depok telah berkerja sama dengan Kemendikbud dengan membuat solusi, menambah tiga unit sekolah terbuka, hal ini bertujuan agar tidak adanya gepeng dan warga miskin lagi di Depok, papar Pemimpin Kota Belimbing. 

Orang nomor satu di Depok juga  menambahkan, tentang masalah yang terjadi di terminal Depok baru. Terkait dengan urusan terminal, beliau meluruskan bahwa terminal tidak akan dihilangkan, melainkan akan diperkuat infrastruktur dan fungsinya. Pemkot Depok menyikapi dengan baik bila sekolah tersebut digusur, Pemkot akan memfasilitasi kembali jika memang maksud dan tujuannya mendidik dan membangun. “Kabar yang beredar bahwa sekolah tersebut akan dihilangkan itu salah, kami masih dalam tahap diskusi dan menjamin bahwa sekolah tersebut tidak akan dihilangkan” tutup walikota. (Tomo-Agung-Oki/olas)



Kabag Humas Protokol 
Setda Kota Depok
Diah Sadiah S.Sos, M.Si

Gema Ramadhan di Masjid Ar - Royyan Kelurahan Sukamaju

Siaran Pers
Humas Protokol Setda Depok
Selasa, 16 Juli 2013



Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il dan Wakil Walikota Depok H. M. Idris Abdul Shomad melakukan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling), Selasa (16/7). Walikota beserta pejabat Pemkot Depok yang ikut kegiatan Tarling hadir dengan menggunakann bus operasional pemerintah kota Depok. Hal tersebut, dikarenakan hari ini adalah implementasi gerakan One Day No Car (ODNC). Kegiatan dimulai dengan melakukan buka puasa bersama di Masjid Ar-Royyan, Perum Villa Pertiwi, Kecamatan Cilodong, Kelurahan Sukamaju, Depok. Kemudian dilanjutkan dengan Tarling, yang juga dihadiri oleh Kementrian Agama kota Depok, MUI kota Depok, Wakapolsek Sukma Jaya, Sekda, Camat, Lurah, dan RT/RW setempat.

Berbeda dari kegiatan Tarling biasanya, segala menu buka puasa malam ini adalah aneka ragam hidangan One Day No Rice, mengingat hari Selasa juga merupakan pelaksanaan gerakan ODNR di Kota Depok. Semua sajian tidak terbuat dari beras ataupun tepung terigu, tetapi terbuat dari bahan pangan lokal, seperti jagung putih, urap jagung kuning, serta minuman yang terbuat dari bengkuang. Usai menikmati sajian malam itu, Walikota memberi apresiasi dan haturkan terima kasih.

Usai melaksanakan salat isya berjmaah, orang nomor satu di Depok sempat bercengkrama dengan warga masjid, sehingga menjadikan suasana menjadi forum silatuhrahim sekaligus  menambah ilmu, yaitu mengajarkan untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota mengajak semua jamaah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. "Semua warga Depok adalah bagian dari pemerintahan. Oleh sebab itu, untuk menciptakan Depok yang memiliki wibawa, kekompakan, kesejahterahan, dan kekuatan, maka diperlukan kerjasama satu sama lain" tutur Walikota tak lupa mengajak para pejabat yang ikut dalam tarawih keliling (Tarling) saat itu, untuk berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini. 

Seperti Tarling sebelumnya, Pemkot Depok, Kementrian Agama, dan Bank Jawa Barat Banten (BJB) juga memberikan bantuan, berupa beberapa paket alquran, jam dinding, karpet, dan kipas angin. Serta yang terakhir bantuan uang sebesar Rp 10.000.000,- dari Pemkot Depok. Pemimpin kota belimbing tersebut berkesempatan untuk memberikan santunan kepada beberapa anak yatim. Setelah salat tarawih selesai, walikota dan para jamaah melakukan salam-salaman sebelum mengakhiri kegiatan Tarling pada hari itu untuk memperat tali silaturahim dan kekeluargaan. (Tomo-Agung-Oki/olas).

Pelantikn PNS Dari dan Dalam Jabatan Struktural Eselon II, III, dan IV di Lingkungan Pemkot Depok


Siaran Pers

Humas Protokol Setda Depok

Rabu, 16 Juli 2013







Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il melantik Pegawai Negeri Sipil di Gedung Balaikota, Selasa (16/7) siang. Pelantikan tersebut  dihadiri oleh Ketua Komisi A DPRD kota Depok, kepala BKD Prov. Jabar, Muspida serta pimpinan OPD. Pelantikan yang dilakukan pada hari ke-7 puasa di bulan Ramadan ini, sudah masuk pada separuh semester 2 penyelenggaraan tahun anggaran 2013.

Pelantikan tersebut juga bertepatan dengan pelaksanaan gerakan One Day No Car yang digulirkan oleh Pemkot Depok, sehingga para pejabat yang dilantik turut menyesuaikan dengan gerakan ODNC, dengan tidak menggunakan mobil pada hari itu.

Usai pelantikan, diadakan penandatanganan serah terima jabatan serta penandatanganan pakta integritas. Pakta integritas merupakan upaya agar dapat membongkar mental, sikap, dan kompetisi guna mencegah penyelewengan, korupsi, dan nepotisme. Pejabat yang dilantik berjumlah 42 orang, terdiri dari 10 orang Eselon II, 16 orang Eselon III, dan 16 orang Eselon IV. 

Awali sambutan, Walikota mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik. "Semoga para pejabat yang baru dilantik ini, dapat mengemban baik tugasnya, dan mengajarkan untuk menjadi manusia yang seimbang. Dengan menanamkan 3 dasar, yaitu pahami atasan, mengerti bawahan, dan mengetahui koleganya. Semua itu bertujuan untuk menjadi wakil rakyat yang amanah, dan dapat bertanggung jawab dengan baik" tutur Walikota sekaligus mengajak untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Tomo_Oki_Agung_Chairul/olas)