Rabu, 10 April 2013


Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 10 April 2013


Depok berhasil pecahkan rekor MURI dengan tenaga penyuluh TBC terbanyak

Depok berhasil memecahkan rekor MURI dan World Rekor dengan pelatihan tenaga penyuluh TBC terbanyak yaitu 6845. Peserta penyuluh TBC tersebut terdiri dari guru, pns, mahasiswa, kader pkk, posyandu, rw, lsm, pramuka, aggota diviv 1 Kostrad Cilodong, dan Brimob. Seluruh peserta pelatihan ini, nantinya akan menjadi tenaga penyuluh sukarela yang akan mengajak masyarakat di lingkungannya untuk memeriksakan diri untuk deteksi aktiv TBC.  Pemecahan rekor MURI ini sekaligus menjadi ajang rekruitment tenaga penyuluh dan sekaligus sarana sosialisasi tentang penyakit TBC, pencegahan, dan penaggulangannya.

Kadinkes Kota Depok Drg. Hardiono mengatakan " ini merupaka salah satu komitment Walikota di bidang kesehatan, dalam hal memerangi tuberkolosis atau TB. TB masih menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. TB masih menjadi penyebab kematian terbesar, Indonesia menduduki peringkat ke -4 setelah, Afrika, India, dan Cina dengan penderita tbc terbanyak. Dimana setiap tahunnya timbul 450 rb kasus baru, dan 178 orang meninggal dunia tiap tahunnya. Peserta yang tadinya ditargetkan 6000 orang ternyata mencapai angka 6845, yang terdiri dari 659 dari OPD, 1700 Guru, 2952 orang dari Posyandu, 8001 dari rw, 241 orang Mahasiswa, anggota Diviv 1 Kostrad Cilodonh, Brimob, dan Pramuka, dst.
Kegiatan pemecahan rekor MURI ini didanai dari CSR beberapa perusahaan yaitu Bank Mandiri, dan PT Telkom.

Turut hadir dalam acara ini Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, Ketua TPPKK Kota Depok Nur Azizah Tamhid, MA, Pangdiv I Cilodong May Jen Daniel Ambat, Anggota DPRD Kota Depok, Perwakilan Lembaga Vertikal, Perwakilan Rektor UI, dan seluruh perserta pelatihan.

Pengdiv 1 Kostrad Cilodong, mengatakan " memerangi TBC menjadi suatu hal yang wajid dilakukan, karena masyarakat yang sehat tentunya akan memiliki produktivitas yang tinggi dalam membangun bangsa. Beliau sangat berterimakasih atas kehadiran para peserta demi tercapainya pemecahan rekor Muri Indonesia, " tuturnya.
Sementara itu Arifin Panigoro berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam memberantas Tuberkolosis.
Penandatanganan deklarasi dilakukan langsung oleh Walikota bersama dengan ketua PPTI disaksikan oleh Dandim, Mahasiswa, Camat, dan Perwakilan RW. Walikota juga melakukan penyerahan dan pemasangan PIN, sebagai tanda bahwa seluruh perserta telah menjadi tenaga penyuluh TBC Kota Depok. Setelah nama-nama peserta penyuluh TBC diserahkan Lembaga MURI Indonesia, akhirnya Walikota menerima medali dari World Record Indonesia, dan Piagam MURI.

Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il berpesan agar para peserta yang sudah berkomitment menjadi penyuluh bersungguh-sungguh mengajak masyarakat untuk memeriksakan diri , Deteksi aktiv TBC, dan menjadi pendamping serta pengawas menelan obat bagi penderita TBC.
Tambahnya, " seluruh warga Depok tidak perlu khawatir karena pemeriksaan dan pemberian obat dilakukan secara gratis.  Jangan biarkan TBC ada dihidupku dan hidupmu, "  Gertak TB Ayo Periksa ! " seru Beliau.
Setelah meninggalkan lokasi, Walikota langsung meninjau Lokasi Bakti Sosial, stand Pemeriksaan Kesehatan, TBC gratis, serta pemberian makanan tambahan bagi warga di Sukatani, Tapos. Kehadiran Beliau juga untuk  mengajak warga agar memeriksakan dirinya. Turut hadir Para Pengurus, PPTI ( Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia Cabang Kota Depok ).
Nur Mahmudi, menyapa hangat masyarakat yang hadir di stand -stand, dan mengucapkan terimakasih atas partisipasi nya. Diakhir sambutan Beliau menghimbau, selain TBC, HIV AIDS harus diperangi bersama, serta jagalah pola hidup masyarakat, hindarkan diabetes dengan menjalankan one day no rice, atau pengurangan konsumsi beras, " pungkasnya. ( Endang )


Kepala bagian
Humas dan protokol
Setda Kota Depok
Diah Sadiah, S.Sos.MSi
NIP. 1968 0913 199603 2 005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar