Rabu, 19 Juni 2013

Rakyat Sehat, Negara Kuat



Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 19 Juni 2013

Wakil Walikota Depok H M Idris Abdul Shomad menghadiri pengobatan massal dan pemberian bingkisan oleh Danpuspomad di Puspomad Cimanggis, Rabu (19/6) pagi. Pengobatan massal yang diadakan dalam rangka HUT ke-67 Korps Polisi Militer Angkatan Darat Tahun 2013, dihadiri oleh Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat Mayjen Iran Syaifudin, Danrem 051 Jayakarta, Dandin 0508 Kota Depok, Lurah Tugu, dan keluarga besar Puspomad.

Wakil Walikota mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang mulia. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian polisi militer kepada masyarakat. Terimakasih kepada Puspomad yang telah memberikan perhatian dibidang kesehatan masyarakat. Ini pertanda bahwa bangsa semakin maju dan mampu bergandeng tangan untuk meningkatkan kualitas bangsa dan masyarakat. Apalagi setiap tahun penduduk di Kota Depok semakin meningkat, kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan agar kualitas dapat meningkat, seiring dengan pertamban kuantitas. Semakin banyak masyarakat, akan semakin banyak pula permasalahan yang dihadapi. Pemerintah tidak bisa mengatasinya sendiri, kita harus bergandengantangan” ajak Wakil Walikota.

Terima kasih dan apresiasi yang tinggi dihaturkan Wakil Walikota kepada Puspomad. “Ini bukti dari kontribusi Puspomad kepada masyarakat, semoga di Hut ke-67 ini, Puspomad semakin berprestasi. Dan semoga dengan kegiatan seperti ini, nantinya di Kota Depok tidak ada lagi permasalahan kesehatan” tutur Wakil Walikota menambahkan, kebersamaan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan, baik bersifat fisik ataupun moral.

Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota menginformasikan, tahun ini Kota Depok telah menerima 3 penghargaan, yaitu opini WTP dari BPK, piagam Adipura, dan Piagam Kajian Lingkungan Hidup Strategis. “Setelah 3 prestasi tersebut, di tahun 2014 mendatang, Kota Depok merupakan salah satu dari 4 kota besar, yang akan dijadikan sebagai Kota Ramah Lansia, karena angka harapan hidup di Kota Depok tinggi, yakni sekitar 73 tahun. Hal itu merupakan kebanggaan dan tantangan. Salah satu tantangannya adalah kita harus lebih memberi perhatian kepada lansi” tutur Wakil Walikota.

Danpuspomad mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian HUT ke-67 Puspomad. “Kegiatan ini merupakan wujud dari penjabaran bakti TNI. Pengobatan massal adalah tudas pelayanan yang mengandung sikap pengabdian kepada masyarakat. Kesehatan itu sangat penting. Rakyat sehat, negara kuat. Rakyat yang sehat adalah sumber kekuatan negara. Negara akan kuat dan tangguh bila rakyatnya sehat” ujar Iran Syaifudin menambahkan, kegiatan ini juga untuk menjalankan salah satu amanah dalam pembukaan UUD 1945, yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Dirgahayu ke-67 Puspomad, lanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara” tutup Danpuspomad yang dilanjutkan dengan memberikan arahan kepada para siswa yang mengikuti seminar bahaya narkoba. Selain baksos, Danpuspomad juga memberikan 6 kursi roda kepada warga yang kurang mampu. (olas)

Selasa, 18 Juni 2013

Sup Singkong Menu Baru ODNR Karya Mahasiswa Veteran Jakarta

Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 18 Juni 2013





Walikota Depok H Nur Mahmudi Isma’il menjadi narasumber dalam seminar ilmiah gizi yang bertemakan “Promote One Day No Rice For A better Life” di auditorium lantai 4 Gedung Fikes Veteran Jakarta, Selasa (18/6) siang. Dalam seminar yang dihadiri oleh Dekan Fikes Veteran Jakarta serta para dosen, juga diadakan demo masak ODNR oleh mahasiswa.

Dalam seminar, Dosen Gizi Fikes Veteran Jakarta Taufik Maryusman memberikan materi tentang diversivikasi pangan dan bahan non beras. Taufik juga memmaparkan tentang kelebihan melakukan ODNR dari 3 aspek, yaitu dari aspek gizi adalah pola konsumsi pangan bermutu dan bergizi seimbang, dari aspek ekonomi; meningkatkan nilai ekonomis umbi-umbian, dan dari aspek politik, dapat mewujdkan ketahanan pangan. Tak hanya dosen, sekelompok mahasiswa pun turut memaparkan karya ilmiahnya tentang ODNR dihadapan Pemimpin Kota Depok. Muzdalifah adalah mahasiswa ilmu gizi semester 4 yang juru bicara saat mempresentasikan karya ilmiahnya.

Muzdalifah memaparkan tentang konsumsi beras di Indonesia, yang dilanjutkan dengan pengarug status gizi terhadap ketergantungan beras.”ODNR merupakan upaya Pemkot Depok dalam mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan ketahanan pangan dan gizi. Dengan ODNR, kita dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap beras dan tepung, mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional, serta mendorong diversivikasi pangan. Kami sebagai mahasiswa mendukung penuh program ODNR dan siap menjadi pionir untuk ODNR” kata Muzdalifah sekaligus menambahkan bahwa, pangan lestari dapat mendukung program ODNR. Kami telah mengimplementasikan pangan lestari dilahan kampus yang luasnya 20x9 meter. Disana kami menanam jagung, singkong, ubi jalar, pepaya, kangkung, dan tanaman lainnya. Dengan lahan tersebut, kami akan menghasilkan 33660 kkal yang dapat menjadi pengganti beras. Sekali lagi, kami mahasiswa Fikes Veteran Jakarta siap untuk dilibatkan dalam program ODNR di Kota Depok.

Walikota Depok H Nur Mahmudi Isma’il menyambut baik tawaran dari mahasiswa dan mengatakan, mahasiswa bisa terlibat langsung diseluruh program pembangunan di Kota Depok, tak hanya dalam hal ODNR saja. “Mahasiswa adalah patner Pemerintah yang bisa memberikan ide-ide kreatif untuk pembangunan di Kota ini. Mahasiswa bisa terjun langsung dan bergabung di PKK, Posyandu, Posbindu, dan masih banyak lagi. Disana mereka bisa menunjukan kreatifitas dan kualitasnya. Mereka bisa menjadi pendamping dan aktif dalam kegiatan-kegiatan, baik di posyandu, posbindu, ataupun PKK” tutur Pemimpin Kota Belimbing.

Awali paparannya, Walikota menjelaskan tentang perbandingan keharmonisan masyarakat kota dan desa di tahun 1971 dan ditahun 2012 hingga sekarang. Walikota melanjutkan paparannya tenatang pertumbuhan penduduk di kota yang setiap tahunnya semakin bertambah serta tingginya konsumsinya beras di Indonesia dibanding negara lain. Walikota juga tak lupa menjelaskan tentang aturan-aturan serta sejarah tentang tergagasnya ODNR. Dalam kesempatan itu, Pemimpin Kota Belimbing juga menjelaskan tentang 4 mazhab ODNR serta ada lebih dari 77 karbohidrat yang bisa menjadi pengganti beras, dan singkong bisa diolah menjadi leboh dari 48 jenis olahan pangan.

‘Semoga dengan seminar ini, para akademika paham dan mengerti tentang ODNR, dan dapat memunculkan mie yang tidak terbuat dari terigu. Yakinkan orang bahwa pangan lokal itu menyehatkan dan memakan pangan lokal akan menjadi anak gaul. Ciptakan ubi dan yang lainnya menjadi makanan anak gaul. Jadilah trendsetter pangan yang sehat dan bangunlah bangsa ini” harap Walikota yang menekankan bahwa makan itu harus lengkap dengan sayur, lauk, dan buah.
Diakhir seminar, Walikota meminta mahasiswa untuk menginformasikan dan meyakinkan bahwa makan itu harus ada karbohidratnya, lemaknya, proteinnya, sayurnya, dan buahnya. “Informasikan juga bahwa karbohidrat itu ada banyak jenisnya, tidak hanya nasi/beras saja. Yang terakhir beri informasi tentang karbohidrat mana bisa menimbulkan diabet dan tidak. Semoga para mahasiswa dapat berkomitmen untuk menjadi agen perubahan perilaku sehat dan bersih, baik itu melalui pangan lestari ataupun lainnya” tutur Walikota akhiri materi.


Dalam seminar tersebut, Walikota juga mendapat sertifikat sebagai penggagas ODNR dari Dekan Fike Veteran Jakarta dan sempat mensaksikan demo masak menu ODNR, yaitu sup singkong dan puding jagung. Usai seminar, Walikota, Dekan, dan para dosen menikmati hidangan yang tadi telah didemokan oleh mahasiswa. Walikota merasa bangga karena ada terobosan baru, yaitu sup singkong sebagai menu ODNR. “Sup ini sangat lezat, cocok sebagai menu baru ODNR. Terus dorong kreativitas untuk menciptakan menu-menu yang inovatif” tutup Walikota yang mengakhiri seminar dengan meninjau lahan pangan lestari. (olas)

Depok Akan Jadi Kota Ramah Lansia

Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 18 Juni 2013

Ada yang berbeda dari apel pagi kali ini, bila dibanding dengan hari-hari biasa. Karena pada apel hari ini, dirangkum dengan penyerahan Piagam Kajian Lingkungan Hidup Strategis Terbaik se-Jawa Barat dari Gubernur Jawa Barat. Wakil Walikota Depok H M Idris Abdul Shomad selaku Pembina apel, menyerahkan piagam tersebut kepada Asisten Ekbangsos Eka Bachtiar, Selasa (18/6). Wakil Walikota mengatakan, setelah mendapat opini WTP, Piagam Adipura, dan kini mendapat lagi Piagam KLHS. “Ini merupakan bukti kesungguhan dari Pemerintah Kota Depok untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Mari kita terus meningkatkan kinerja kita dan selalu landasi dengan kesungguha. Pesan dari Bapak Gubernur, kita harus menjaga lingkungan hidup. Manusia dapat saja bertahan selama sebulan tidak makan, tapi manusia hanya bertahan selama 3 hari tanpa air. Karena betapa berharganya arti lingkungan bagi kehidupan kita, mari bersama kita jaga lingkungan” ajak Wakil Walikota kepada seluruh peserta apel di halaman Balaikota.

“Kita sering mendengar istilah, sejatinya harus menjadi manusia yang rahmatan lil 'alamin. Artinya manusia harus baik, baik tidak hanya dengan sesama manusia saja. Tetapi juga dengan mahluk lainnya, itulah lil’alaimin. Maksud dari rahmat adalah menebarkan kebaikan, kita harus menebar kebaikan di dunia ini” tutur Wakil Walikota seraya menambahkan beberapa prinsip sikap rahmatan lil 'alamin yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu (1) Menutup aibn dan memperbaiki kesalah. Baik aib diri sendiri ataupun teman, jangan menyebarkan aib. (2) Hargai perbedaan, bukan monopoli kebenaran. Jangan merasa benar dan adil sendiri karena banyak perbedaan. Manusia tidak mungkin sama, untuk itu harus saling menghargai perbedaan yang ada. (3) Apresiasi yang positif bukan mencari-cari motif, apalagi motif demi kepentingan pribadi. (4) Mendukung proyek kebaikan bukan mendukung proyek kehancuran. (5) Memberi senyuman manis bukan jatuhkan vonis. (6) Menyatukan kekuatan bukan memecahbelahkan barisan.

“Kita harus kompak dalam perbedaan, bukan ribut dan berkonflik karena perbedaan. Seluruh aparatur Pemkot Depok harus kompak dalam perbedaan. Perbedaan yang dimaksud adalah beda latar belakang pendidikan, suku, agama, dan lain sebagainya. Namun, kita harus tetap kompak untuk memberikan yang terbaik untuk warga Depok pada khusunya, dan negara umumnya” ajak Wakil Walikota menambahkan 1 prinsip lagi, yaitu harus mencari teman, bukan memusuhi teman.


Semoga prinsip-prinsip rahmatan lil 'alamin tersebut bisa kita realisasaikan dalam keseharian kita. “Semoga dengan prinsip tersebut, kerjasama kita semakin meningkat dan kokoh, serta organisasi kita semakin menampakan hal-hal positif bagi masyarakat” harap Pembina apel sekaligus menginformasikan bahwa Depok akan dijadikan sebagai salah satu kota unggulan dalam Kota Yang Ramah Lansia. Konsep kota ramah lansia akan dipresentasikan tahun depan oleh para pakar kesehatan. Kota Depok merupakan salah satu dari 4 kota besar yang akan diajadikan sebagai kota ramah lansia. (olas)  

Senin, 17 Juni 2013

Pelatihan Kewirausahaan Bagi IKM Untuk Wujudkan SDM Yang Unggul, Kreatif, dan Religius

Siaran Pers
Humas Protokol Setda Kota Depo
Senin, 17 Juni 2013




Dengan mengucap basmallah, Wakil Walikota Depok H M Idris Abdul Shomad membuka acara Pelatihan Kewirausahaan Bagi IKM di Wisma Makara UI, Senin (17/6) pagi. Acara yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 21 Juni 2013 ini, mengusung tema “Penumbuhan Wirausaha Baru IKM Logam dan IKM Teknologi Informasi serta Pengembangan Sentra IKM Pangan di Kota Depok”.  Ketua Panitia Siti Nuraini melaporkan bahwa pelatihan ini mencakup 3 bidang, yaitu (1) pelatihan manajemen dan teknik produksi kemasan pengolahan makanan yang berbahan baku buah, yang terdiri dari 2 kelas (kelas makanan dan minuman). Nantinya, hasil produk terbaik akan diikutsertakan dalam pameran.  (2) pelatihan otomotif perbengkelan roda dua. Terdiri dari 3 kelas yang bekerjasama dengan Yamaha, Honda, dan Suzuki. Nantinya para peserta akan membentuk kelompok dan difasilitasi dengan alat-alat untuk memulai wirausaha. (3) pelatihan teknologi informasi. Terdiri dari 3 kelas, yaitu pembuatan website, desain grafis, dan film pendek. Sama dengan pelatihan otomotif, para peserta juga akan dbentuk kelompok dan difasilitasi dengan alat-alat sehingga bisa memulai wirausaha. “Masing-masing kelas akan diikuti oleh 20 peserta. Semoga dengan pelatihan ini, wirausaha di Kota Depok semakin tumbuh dan dapat membuka peluang kerja” harap Nuraini.

Senada, Perwakilan Komisi 6 DPR RI Bapak Roni mengatakan kegiatan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh peserta yang ingin menjadi wirausaha baru. “Ilmu yang didapat dari pelatihan ini merupakan pegangan untuk masuk dalam dunia usaha. Jangan sampai tidak hadir selama pelatihan, agar bisa manfaatkan ilmu selama 5 hari, sehingga muncul wirausaha-wirausaha baru di Depok, karena 2015 akan ada pasar bebas. Dan kita harus siap menghadapinya” ujar Roni.

Direktur  Industri Kecil dan Menengah Wilayah II Gati Wibawaningsih mengatakan untuk menjadi negara makmur, harus memiliki 2% wirausaha. Di Indonesia belum mencapai kriteria itu, karena hanya sekitar 59 ribuan wirausaha di Indonesia. Semoga dengan pelatihan ini, kita dapat meningkatkan peran wirausaha di Indonesia, sehingga siap untuk hadapi pasar 2015. Jangan jadikan pasar bebas menjadi ancaman, tapi jadikanlah sebagai peluang. Untuk itu, mari siapkan dari sekarang, ajak Gatti. “Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, jangan sampai ada yang membolos. Dan untuk alat-alat yang diberikan pasca pelatihan, tolong jangan dibuang, tetapi dipelihara dengan baik dan jadikan sebagai modal untuk usaha” pinta Gati seraya meminta para peserta membuat profil/portofolio hasil pelatihan yang dapat memajang hasil karyanya saat pelatihan, sehingga bisa menjadi bahan promosi.    

Wakil Walikota juga meminta para peserta benar-benar manfaatkan kesempatan ini. “Yakinkan sebuah tekad bersama, bahwa keberkahan sebuah negeri dilihat dari usaha kerja keras para enterpreuner/ wirausahawan. Di Kota Depok, belum memenuhi persentase yang dikatakan oleh bu Gati, karena di Kota Depok baru ada sekitar 14 ribu wirausaha dan itu belum memenuhi 2% dari seluruh penduduk Kota Depok. “Untuk itu, Manfaatkan moment ini dan mari kita bergandengtangan untuk wujudkan wirausaha-wirausaha baru. Pemerintah Kota Depok selalu mendukung keseriusan untuk mengembangkan dan menumbuhkan usha-usaha baru di Kota Depok” tutur Wakil Walikota yang menginformasikan bahwa 6 dari 10 sahabat Nabi yang dijamain masuk surga adalah para wirausaha.


“Semoga dengan pelatihan ini dapat menghantarkan Kota Depok mewujudkan SDM yang unggul, kreatif, dan religius” tutup Wakil Walikota akhiri sambutan. Pembukaan pelatihan diatandai oleh pemukulan gong oleh Wakil Walikota, dan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta. (olas)