Rabu, 15 Januari 2014

Walikota Depok Menjadi Narasumber dalam 6th Annual Geography Days



Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Siaran Pers
Rabu, 15 Januari 2014



Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il menjadi narasumber dalam Seminar Nasional yang bertemakan “City Branding dan Masa Depan Kota-Kota di Indonesia”. Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka 6th Annual Geography Days di Aula Terapung Universitas Indonesia, Rabu (15/1) pagi. Seminar tersebut juga menghadirkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI, Achmad Hermanto dan Deputi Bidang Infrastruktur Badan Informasi Geospasial, Bapak Yusuf. Ketua Departemen Geografi mengatakan bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan selama 6 tahun, ini merupakan tahun keenam penyelenggaraan Geography Days. Dari tahun terdapat peningkatan yang baik, terutama peningkatan semangat yang disalurkan untuk kepentingan bangsa. Kami berharap, dengan kegiatan ini dapat membentuk sebuah pemahaman yang lebih tentang pentingnya geografi bagi kehidupan.
Awali paparan, Walikota Depok sempat menceritakan tentang sejarah terbentuknya kota Depok, yaitu pada tahun 1999. Sejalan dengan penetapan tersebut, tumbuhlah evolusi dan disusun berbagai macam untuk melaksanakan pencitraan dan identitas sebagai kota pendidikan dan lain sebagainya. Dalam visi RPJPD 2006-2025, kota Depok dicita-citakan sebagai kota niaga dan jasa yang religius dan berwawasan lingkungan. Cita-cita tersebut berlandaskan dari musyawarah Forum Group Discussion (FGD). Alasannya, karena negara kita harus memiliki budi pekerti pada Tuhan dan tidak ingin tertinggal dari pertumbuhan modernisasi. Dengan kata lain, kota modern tetapi punya pakem keagamaan dan lingkungan.

Walikota melanjutkan, dalam setiap RPJM, kami menetapkan visi 2005-2011; Menuju Kota Depok yang Melayani dan Mensejahterakan. Visi 2011-2016; Terwujudnya Kota Depok yang Maju dan Sejahtera.  Kami berharap, kota Depok akan menjadi religius dan berwawasn lingkungan. “Walaupun menjadi kota niaga dan jasa, tetap harus mempunyai 2 kaidah itu, yaitu religius dan tidak merusak lingkunga. Religiun dan berwawasan lingkungan bisa diibaratkan sebagai kode etik” ujar Walikota seraya mengajak seluruh hadirin untuk memberikan saran dan diskusi untuk membangun kota Depok.

Wakil Menteri PU RI memaparkan tentang konsepsi pembangunan perkotaan di Indonesia. Tantangan utama yang dihadapi adalah; (1) Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat (2) Urbanisasi dan munculnya metropolitan dan megapolitan (3) Kemiskinan dan Kesenjangan infrastruktur (4) Degredasi kualitas lingkungan (5) Meningkatnya permintaan energi dan emisi CO2 (6) Ancaman Keamanan. “Konsep penataan perkotaan harus didasarkan pada konsep pembangunan perkotaan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek-aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, serta tata kelola yang baik, dan menuju pada smart city memanfaatkan inovasi teknologi” tutup Wamen PU.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga menginformasikan bahwa koa Depok menjadi pelopor pemberian santunan kematian sebagai bentuk kepedulian sosial. Kami juga memiliki 2 gerakan yang memiliki dampak positif, yaitu One Day No Car (ODNC) sebagai bentuk untuk penghematan BBM, minimalisir polusi, dan lain sebagainya. Gerakan One Day No Rice (ODNR)sebagai gerakan yang berpotensi untuk menyediakan pekerjaan di wilayah perdesaan, menumbuhkan ekonomi-ekonomi baru, memiliki cadangan devisa beras sehingga bisa diekspor, dan masih banyak lagi. Kota Depok juga memiliki 4 program andalan, salah satunya adalah Depok Cyber City, tutup Pemimpin Kota Belimbing. (olas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar